UCAPAN SELAMAT NATAL, SATU KALIMAT YANG FATAL AKIBATNYA

UCAPAN SELAMAT NATAL, SATU KALIMAT YANG FATAL AKIBATNYA


⭕️ Mengucapkan selamat Natal dari seorang Muslim kepada Nashrani jelas haram hukumnya. Orang yang berakal sehat pasti menolak hal ini. Logika mudahnya saja, tidak perlu dipersulit dengan bermacam-macam syubhat dan keraguan serta pelintiran ayat dan hadits. Perayaan Natal adalah kesyirikan dan kesyirikan adalah dosa terbesar karena menyekutukan Allah yang Maha Esa dalam ibadah. Jika kita ucapkan selamat, tentu kita ikut berbahagia atau minimal ridha terhadap hal tersebut.

⭕️ Misalnya ada yang membunuh Ibu atau keluarga kita (dosa membunuh lebih ringan dari dosa kesyirikan), kemudian kita berikan selamat pada pembunuh tersebut? Apakah ini logis? Padahal ibu kita yang melahirkan, membesarkan dan mendidik kita dengan kasih sayang dan tidak akan bisa kita balas? Nah, bagaimana jika kita malah memberi selamat terhadap orang yang melakukan pelanggaran terhadap hak Allah? Padahal Allah yang menciptakan dan memberikan taufik kepada Ibu kita agar mencurahkan kasih sayang kepada kita? Allah yang telah memberikan segalanya kepada kita?

⭕️ Belum lagi logika yang lain, bahwa ternyata Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, karena sumber dari kitab mereka sendiri, Yesus lahir pada musim panas. Atau dalil dalam Al-Quran bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam lahir ketika musim kurma yaitu musim panas.
📖 Allah Ta’ala berfirman,

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا {٢٢} فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا {٢٣} فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا {٢٤} وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا {٢٥}

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)

Dan berbagai dalil logika lainnya. Belum lagi dalil dalam syariat yang menyatakan agar kita berlepas diri dari perbuatan dan perayaan orang kafir. Dan masih banyak dalil-dalil lainnya yang MELARANG seroang muslim mengucapkan selamat natal

⭕️ Satu kalimat yang fatal akibatnya namun pelakunya merasa ringan dan biasa saja

Terkadang diucapkan kalimat yang terlarang dalam agama, yang bisa saja dianggap ringan atau biasa saja oleh pelakunya, namun di sisi Allah besar dan membuat Allah murka.
📖 Allah Ta’ala berfirman,

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّـهِ عَظِيمٌ

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong (termasuk berita bohong kelahiran Yesus, pent ) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (An-Nuur : 15)

💎 Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إن الرجل ليتكلم بالكلمة من سخط الله لا يرى بها بأسا فيهوي بها في نار جهنم سبعين خريفا

“Sungguh ada seseorang yang mengucapkan suatu kalimat yang membuat Allah murka, ia menganggap perkataan itu biasa saja, padahal hal itu menjerumuskannya ke dalam neraka Jahannam sejauh 70 tahun perjalanan”
📚 (HR. Bukhari dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani).

✏️ Jadi janganlah kita termasuk orang yang mendapat murka Allah karena kalimat Ucapan selamat Natal, dan kita merasa ucapan ini biasa saja dan ringan, ini biasa karena toleransi beragama. Padahal bisa jadi ucapan tersebut berakibat fatal, yaitu menjerumuskan kita ke api neraka.






MENGAPA MUSLIM TIDAK BOLEH MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL*❓


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

☄ Saudaraku rahimakumullaah, betapa dahsyatnya murka Allah 'azza wa jalla ketika manusia mengatakan: Allah punya anak.

Mereka ada tiga golongan:
   1. Nasrani yang berkata Yesus anak Allah.

   2. Yahudi yang berkata Uzair anak Allah.

    3. Musyrikin Jahiliyah yang berkata Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.
Sungguh jelek ucapan mereka dan Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.

☄ Dan hakikat Perayaan Natal adalah perayaan hari lahir Yesus yang mereka yakini dan mereka sebut sebagai anak Allah. Perayaan tersebut untuk bergembira atas kelahiran anak Allah menurut keyakinan mereka dan sekaligus untuk menyembah beliau.

☄ Akibat perbuatan mereka, Allah pun murka, hingga alam semesta hampir saja hancur karena takut murka Allah. Malaikat dan neraka ikut murka. Maka orang yang beriman harusnya juga marah, bukan malah mengucapkan selamat, apalagi ikut serta menyambut, memeriahkan dan merayakan.

📖 Allah 'azza wa jalla berfirman,

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا

“Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” Sesungguhnya (dengan perkataan itu) kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” [Maryam: 88-91]

Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

إن الشرك فزعت منه السماوات والأرض والجبال، وجميع الخلائق إلا الثقلين، وكادت أن تزول منه لعظمة الله، وكما لا ينفع مع الشرك إحسان المشرك، كذلك نرجو أن يغفر الله ذنوب الموحدين.

“Sesungguhnya dosa syirik telah membuat langit, bumi, gunung dan seluruh makhluk gemetar ketakutan kecuali jin dan manusia, hampir-hampir seluruh makhluk tersebut musnah karena takut kepada keagungan Allah, dan sebagaimana tidak bermanfaat perbuatan baik seorang musyrik yang disertai kesyirikan, demikian pula kita berharap Allah akan mengampuni dosa orang-orang yang mentauhidkan-Nya.” [Tafsir Ath-Thobari, 18/258]

Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata,

ذُكر لنا أن كعبا كان يقول: غضبت الملائكة، واستعرت جهنم، حين قالوا ما قالوا.

“Disebutkan kepada kami bahwa Ka’ab berkata: Malaikat murka dan neraka Jahannam bergejolak marah, ketika mereka mengatakan ucapan tersebut.” [Tafsir Ath-Thobari, 18/259]

☄ Maka patutkah seorang muslim mengucapkan selamat terhadap ucapan dan keyakinan yang membuat Allah Murka...!?

Patutkah seorang muslim mengucapkan selamat terhadap orang yang menghina Allah 'azza wa jalla...!?

Patutkah seorang muslim mengucapkan selamat terhadap dosa terbesar: Penyembahan kepada selain Allah tabaraka wa ta’ala...!?

💽https://youtu.be/EOZsWyTOgCo

🌍https://web.facebook.com/sofyanruray.info/videos/266860170660281/

📂 *Editor : Admin MNM Asy-Syamil.com*

📮 *MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH*
🌐 t.me/Mutiara_NasehatMuslimah
🔄 ❅ https://t.me/MuliaDenganSunnah
🗳 bit.ly/Asy-SyamilcomDonasi
💠️ FB : https://goo.gl/MPAh6c
🛰 App : bit.ly/AsySyamilApp

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "UCAPAN SELAMAT NATAL, SATU KALIMAT YANG FATAL AKIBATNYA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel